Route 196 – Filipina
March 6, 2009 by voj
Filed under Gallery, Photo Gallery
Penampilan perdana kami di Filipina bertempat di Route 196, Katipunan Extension, Q.C. Kami manggung bareng The Sinister Left (Hongkong), Free Love (Malaysia), The Dorques (Philippines), Chochukmo (Hongkong) dan Q (Jepang). Everybody Loves Irene tampil sebagai penutup.
Dibuka dengan penampilan Chochukmo dari Hongkong mengusung indie-rock yang mantap. Tampilan kompak dengan pink-pink semarak dengan wajah mereka yang fresh. Gear yang dipakai cukup niat, terlihat dari effect gitar Vox Tonelab SE yang disandingkan dengan skill yang mumpuni. Setelah itu Sinister Left naik ke pentas membuat crowd semakin panas. Cabikan bass gibson yang senarnya bertahtakan emas membuat grup middle-rock asal Hongkong ini makin dipuja.
Show nyaris membunuh kami dengan musik yang begitu pekak. Apalagi ELI diset sebagai puncak acara malam itu. Untungnya ada Q dari Jepang yang mengubah mood kami malam itu menjadi lebih semangat lagi. Yang unik dari mereka adalah penampilan atraktif yang mengajak semua orang yang menyesaki Route 196 untuk berolah raga. Semacam perayaan Bon Odori tetapi lebih nge-pop.
Dilanjutkan lagi band Malaysia Free Love yang lancar menyelesaikan show malamnya. Lanjutnya band tuan rumah, The Dorques, vokalnya bernyanyi dengan kostum sapi. Lalu ditutup dengan penampilan Everybody Loves Irene yang menurut waktu setempat sudah menunjukkan pukul 1 pagi.
Sayangnya, Deepset dari Malaysia yang dijadwalkan tampil semalam urung tampil dikarenakan salah satu personil mereka masih tertahan di Malaysia.
Penampilan pertama di Filipina ini sangat berkesan buat Everybody Loves Irene.

Venue

Venue from outside

Table on Route 196

Aulia with fellow from another band

Chochukmo (Hongkong)

Sinister Left (Hongkong)

Q (Japan)

Yudhi and....

Everybody Loves Irene & friends

The Dorques (Philippines)

Red lamp, mug & telephone...ELI's icon

Ladies & gentleman.....Everybody Loves Irene

Irene & Dimas

Again....Irene & Aul

Yudhi, Irene, Dimas & Aul

Dimas, Aul & Irene

After perform
Mendarat di NAIA airport, Manila Filipina
March 5, 2009 by voj
Filed under Gallery, Photo Gallery

ELI @ NAIA airport di Manila, Filipina
Kami baru berangkat dari Soekarno Hatta dini hari tadi pukul 00.30 dan mendarat di NAIA (Ninoy Aquino International Airport) Manila pukul 5.30 waktu setempat. Untungnya semua lancar dan tidak ada masalah apa pun. Bagi ELI ini merupakan pertama kalinya bisa menapakkan kakinya di negeri ini. Nanti malam kami akan bermain di Route 196, Manila.
-ELI-
Foto Diary ELI di VOJ
February 28, 2009 by voj
Filed under Dari Redaksi
Peliputan VOJ pada pementasan Everybody Loves Irene (ELI) yang menghasilkan wawancara eksklusif sebelum mereka manggung di Waterfront stage – Esplanade, Singapore berkembang pada kerjasama yang lebih intens, yaitu ELI akan bikin semacam foto diary di salah satu kolom VOJ, dimana akan disediakan kolom khusus yang akan diisi oleh ELI dengan foto-foto hasil perjalanan mereka.
Jadi mulai sekarang di VOJ akan ada kolom foto diary nya Everybody Loves Irene dimana kita semua bisa mengikuti kegiatan-kegiatan ELI dalam bentuk fotografi selama mereka melakukan tour Asia (Singapura & Filipina). Silahkan menikmati dan kasih komentar buat aktifitas yang mereka lakukan
-admin-
Everybody Loves Irene @ SG
February 26, 2009 by voj
Filed under Jakarta Kita

Satu lagi band indie Indonesia akan manggung di luar negeri dalam waktu dekat, yaitu Everybody Loves Irene yang akan manggung di Singapura pada tanggal 27 Februari 2009. Venue tempat mereka manggung adalah Waterfront stage, Esplanade, dengan jadwal dua kali pementasan (19:30 & 22:00).
Sekilas mengenai Everybody Loves Irene (ELI), band ini mulai dirintis ditahun 1998 dengan nama Gooton yang terdiri dari Yudhi Arfani (guitar), Dimas Anindityo (bass), dan Mulyadi Triharsono (drum) yang semuanya merupakan teman satu SMP. Ketiganya jadi berteman akrab bersamaan dengan bermunculannya pementasan-pementasan britpop yang merebak subur pada saat itu di Jakarta. Pada saat itu mereka tidak memiliki penyanyi tetap, dan setelah beberapa saat pada tahun 2001 mereka bertemu dengan Irene Yohanna, gadis dengan suara yang memukau. Karakter suara yang dimiliki oleh Irene benar-benar membuat mereka terpesona dan akhirnya membuat everybody loves Irene! Ya ini lah yang mereka rasakan ketika akhirnya mereka memutuskan untuk menggunakan Everybody Loves Irene sebagai nama band mereka. Dan dengan segera Irene langsung menjadi icon band mereka.
Dengan perpaduan musik yang mengalir konstan serta vokal yang memelintir emosi, ELI memainkan musik mereka ketika kegembiraan mulai luntur dan berubah menjadi dingin. Mereka menyebut musik mereka dengan istilah dance-noir bagi orang yang sudah jemu untuk bergerak. Musik mereka makin diperkaya ketika Aulia Naratama (synthetizer) bergabung, yang menjadikan formasi terakhir dari ELI ini sebagai formasi yang solid dan sempurna untuk menghasilkan lagu-lagu seperti Memento Mori, Gravity Always Win, Try Try Try, The Lullaby Show, dan yang lainnya.
Bila ingin mengenal band ini lebih jauh silahkan berkunjung ke website mereka di http://www.everybodylovesirene.com/ dan juga kalau mau lihat video-video mereka bisa lihat di http://www.youtube.com/user/everybodylovesirene






