Nuansa Jazz di tahun 2009

January 1, 2009 by Alfred Ticoalu  
Filed under Nuansa Jazz

Halo teman-teman,

Tak terasa dalam sekejap 2008 akan berganti dengan 2009. Selamat Tahun Baru kami ucapkan bagi semua pendengar Voice of Jakarta dan khususnya acara Nuansa Jazz. Di tahun baru ini kami harap Nuansa Jazz semakin berkembang dan dapat sekiranya membantu terhapusnya dahaga akan musik Jazz yang makin lama makin minim terdengar di udara.

Banyak sudah ide-ide yang masuk ke kotak surat dari para pendengar. Dengan semua ide tersebut, sekiranya kami dapat membentuk sebuah gambaran bagaimana agenda Nuansa Jazz di tahun 2009 akan terbentuk. Berbagai masukkan positif kami terima atas edisi spesial yang telah kami tayangkan dan, dengan demikian, akan lebih banyak lagi kami tampilkan untuk anda semua.

Tampilan wawancara merupakan satu hal yang sangat ditunggu oleh pendengar dan dengan itu kami akan berusaha menambah tampilnya wawancara di Nuansa Jazz. Beberapa calon tamu sudah berhasil kami dapatkan, antara lain:

  • Howard Levy;
  • Jeremy Monteiro;
  • Luluk Purwanto dan René van Helsdingen;
  • Nyak ‘Ubiet’ Ina Raseuki; dan
  • Paul Blair.

Mereka akan hadir satu demi satu sesuai dengan jalannya waktu di tahun yang akan datang.

Edisi spesial lainnya juga sudah mulai terbentuk. Gitar Jazz merupakan fokus dari 2 episode Nuansa Jazz dan topik-topik berikut diharapkan tampil di tahun yang akan datang:

  • Penjabaran style: Trad, Swing, Bop, Hard Bop, dll;
  • Tokoh-tokoh Jazz Indonesia (antara lain): Nick Mamahit, Jack Lemmers (Lesmana), Bubi Chen, Bill Saragih, dll;
  • Tokoh-tokoh Jazz internasional (antara lain): Charlie Parker, Benny Carter, Roy Eldridge, Duke Ellington, Count Basie, Artie Shaw, Charles Mingus, dll;

Tentunya masukkan dari anda sangat kami harapkan untuk menambah kayanya acara kami. Jika anda memiliki kesan, pesan, saran, atau permintaan lagu, langsung saja mengirimkan e-mail ke nuansajazz at voiceofjakarta dot com. Kami tunggu!

Salam hangat dan Jazz Always!

Alfred D. Ticoalu
Chicago, IL
31 Desember, 2008

NB: Terima kasih banyak kepada Yuke Tjandra yang telah menciptakan logo Nuansa Jazz.

Lambert, Hendricks, and Ross

December 26, 2008 by Alfred Ticoalu  
Filed under Nuansa Jazz

Lambert, Hendricks and Ross merupakan salah satu kelompok vokal Jazz terhebat sepanjang masa. Tanpa mereka tidak akan ada yang kita ketahui sekarang seperti Manhattan Transfer, LA Voices, New York Voices, dan lain-lain. Dave Lambert, bersama Buddy Stewart, adalah 2 orang pertama yang menyanyikan style Bop secara keseluruhan. Tak heran julukan Lambert adalah “The Oldest Living Bop Singer”. Jon Hendricks dikenal sebagai penyanyi dan juga penulis lirik yang amat handal. Sesukar apapun sebuah komposisi dapatlah dibuat dan dimasukkan lirik oleh Jon Hendricks. Hal yang sama juga dimiliki oleh Lambert namun untuk LH&R lebih kental peranan Hendricks ketimbangnya. Annie Ross, dari Inggris, sebenarnya adalah seorang artis teater dan juga merupakan guru olah suara. Namun dengan kapasitas suaranya yang handal dan kemampuannya untuk berimprovisasi, tak salah dia ditarik masuk sebagai anggota ketiga dari kelompok ini.

Style musik mereka mencakup semua jenis yang ada di Jazz namun satu keistimewaan membuat hal ini wajib dijadikan sebuah kategori terpisah. Style dari kategori ini dinamakan “Vocalese.” Apakah itu? Kala seseorang mengambil sebuah lagu yang sudah pernah dimainkan oleh seorang musisi lain dan juga diambil solo improvisasi yang dilakukan oleh musisi itu, kemudian diberikan lirik, dan dinyanyikan nada demi nada, dus itu adalah “Vocalese.” Sebuah tekhnik yang pertama kalinya digunakan oleh musisi seperti King Pleasure dan Eddie Jefferson. King dikenal atas karya vocalese-nya terhadap karya saxophonist James Moody, “I’m in the Mood for Love” alias “Moody’s Mood for Love” sementara Eddie Jefferson dikenal atas karya vocalese-nya atas karya Charlie Parker, “Parker’s Mood.”

Dave Lambert lah yang pertama kali memikirkan penggunaan metoda Vocalese ini terhadap sebuah kelompok musik alias “vocal group”. Pada saat yang bersamaan Jon Hendricks juga memikirkan hal yang sama, dan tak lama kemudian setelah mereka bertemu, dimulailah sebuah hubungan kerja profesional yang berlangsung sampai tewasnya Dave Lambert dalam sebuah kecelakaan yang terjadi di ruas jalan tol New Jersey (New Jersey Turnpike) di tahun 1966. Dikenal sebagai seorang yang murah hati, Lambert berusaha membantu orang yang ban mobilnya pecah; dan kala sedang berusaha mengganti ban tersebut lewatlah sebuah truk yang seketika menghisap dan melindasnya. Sebuah akhir hidup yang tragis dari seseorang yang sangat tinggi bakat dan sumbangannya kepada dunia musik.

Sebelum kecelakaan itu terjadi Annie Ross sudah meninggalkan kelompok tersebut (1962), kembali ke Inggris, karena masalah kesehatan dan juga karena masalah izin kerja yang sudah habis. Kalau anda pernah mendengar nama kelompok Lambert, Hendricks and Bavan, maka inilah kelompok yang dibentuk sesudah perginya Ross. Bavan adalah dari nama sang penyanyi baru, Yolande Bavan, seorang wanita Asia yang berasal dari Ceylon atau Sri Lanka sekarang. Namun tak lama setelah itu, dengan meninggalnya Dave Lambert, bubarlah kelompok ini untuk selamanya.

=====

NB: Tulisan pendek  di atas dibuat untuk seorang pendengar Nuansa Jazz yang bertanya soal kelompok ini setelah mendengarkan edisi spesial Natal Nuansa Jazz (yang mana sebuah lagu karya LH&R terdengar). Sebagai bonus akan gw mainkan lagu-lagu karya kelompok ini di beberapa edisi Nuansa Jazz yang akan datang.

Salam hangat,

Alfred D. Ticoalu
Chicago, IL
25 Desember, 2008

Musik Natal + Jazz @ Nuansa Jazz

December 18, 2008 by Alfred Ticoalu  
Filed under Nuansa Jazz

Untuk menyambut datangnya hari raya Natal Nuansa Jazz akan menampilkan berbagai lagu pilihan yang pada dasarnya lagu-lagu Natal yang sudah umum diketahui namun kali ini diberikan sentuhan Jazz menarik.  Salah satu yang terpilih adalah sebuah lagu Natal unik yang ditulis oleh Thelonius Monk. Lagu ini ditulis oleh beliau dan kemudian terkubur bertahun-tahun dan tak diketahui selain oleh orang-orang tertentu. Akan hadir dua buah versi: instrumental piano oleh Benny Green dan vokal oleh Dianne Reeves. Dan tentunya akan dimainkan pula beberapa lagu Natal dengan sentuhan Jazz dari musisi negeri kita seperti Indra Lesmana, Ireng Maulana, Margie Segers, dan lain-lain.

Jadi jangan lupa untuk untuk mendengarkan edisi Nuansa Jazz Sabtu ini, 20 Desember, 2008 jam 9:00am CST, 22:00 WIB, atau 23:00 Singapore. Akan ditayangkan ulang pula di minggu selanjutnya.

Salam hangat,

Alfred Ticoalu

Nuansa Jazz - Perubahan Jam

November 4, 2008 by Alfred Ticoalu  
Filed under Nuansa Jazz

Halo teman-teman,

Karena di Amerika baru saja diterapkan Daylight Saving Time, acara Nuansa Jazz berubah sedikit waktunya. Sekarang menjadi:

  • Sabtu, 9:00 am CST
  • Selasa, 9:00 pm CST

Jam tayang di atas berlaku sampai 8 Maret, 2009. Sesudahnya Nuansa Jazz kembali hadir 10:00 am CST dan 10:00 pm CST. Perubahan ini hanya berlaku untuk Amerika saja. Jam dan hari tayang tetap seperti biasa untuk Indonesia dan Singapura.

Salam hangat,

Alfred Ticoalu

Aku Dengar Alfred Ticoalu Memutar Jazz

October 23, 2008 by Alfred Ticoalu  
Filed under Nuansa Jazz

Tak disangka, tak diduga. Seorang pendengar Nuansa Jazz, penyair ternama Hasan Aspahani, mendapat inspirasi untuk menulis sebuah puisi kala mendengaran edisi spesial gitar jazz. Dengan izin beliau, berikut terlampir puisi tersebut. Sekali lagi, terima kasih Bung Hasan!

Jangan lupa untuk mengunjungi blog beliau. Di sana anda bisa temukan banyak karyanya.

Selamat menikmati.

NB: Terima kasih juga untuk semua pendengar Nuansa Jazz; terutama mereka yang kala edisi spesial gitar jazz mengudara memberikan berbagai saran dan komentar. Beberapa saran yang masuk secara langsung memberi ide baru untuk edisi-edisi spesial berikutnya. Jadi, tunggu saja tanggal mainnya!

============================

Aku Dengar Alfred Ticoalu Memutar Jazz

/1/

Gerimis, aih, yang semakin genit,
menari menunggangi menit-menit

/2/

Gerimis, aih, yang semakin berlapis,
derap baris, menebal di tepi pelipis

/3/

Adakah gerimis yang tak sampai?
Ia yang terkibas, sangkut di lambai

lambai yang lekas, kembali bergegas,
jangan aku memungut bekas-bekas.

/4/

Jangan percaya pada cuaca,
kata nasihat lama, angin bisa
berdusta, gerimis bisa ia
permainkan sesuka hatinya….

/5/

Siapa memetik senar sepimu? Lepas
lagu demi lagu, meningkah jantungmu

Berdentingan, dan kau curiga pada
jemari gerimis itu, ia ciptakan jazz
bersama angin yang parau mengembus
dari lorong kosong paru-parumu

/6/

Kemana kau cari riuh gerimismu?
di  lekuk kelok sungai tak ada

/7/

Aih, akhirnya, reda jua, kau redakan
sepimu, sepi redakan gerimismu,
gerimis meredakan degup jantungmu.

Siapa yang akan bilang selamat tinggal?

Tayang Ulang Edisi Spesial Nuansa Jazz: Gitar Jazz, episode 1 & 2

October 9, 2008 by Alfred Ticoalu  
Filed under Nuansa Jazz

Terima kasih banyak kepada para pendengar yang telah menyimak kedua episode edisi spesial Nuansa Jazz dalam jangka 2 minggu terakhir. Atas banyak masuknya permintaan dari pendengar setia VOJ, dan Nuansa Jazz khususnya, yang berhalangan atau sedang keluar kota untuk menayangkan kembali kedua episode spesial Nuansa Jazz, kami mengambil keputusan untuk melakukannya.

Berikut jadwal tayang setiap episode:

Gitar Jazz, episode 1: 1890-1956

Sabtu, 11 Oktober, 2008 (22:00 WIB, 23:00 Singapore, atau 10:00am CST)
Selasa, 14 Oktober, 2008 (10:00pm CST) atau Rabu, 15 Oktober, 2008 (10:00 WIB, 11:00 Singapore)

Anda akan mendengarkan penjabaran secara lugas sejarah penggunaan gitar di Jazz melalui karya permainan berbagai musisi; antara lain: Vess Ossman, Eddie Lang, Carl Kress, Django Reinhardt, Freddie Green, Eddie Durham, Charlie Christian, George van Eps, Tal Farlow, dan lain-lain.

Gitar Jazz, episode 2: 1956 - sekarang

Sabtu, 18 Oktober, 2008 (22:00 WIB, 23:00 Singapore, atau 10:00am CST)
Selasa, 21 Oktober, 2008 (10:00pm CST) atau Rabu, 22 Oktober, 2008 (10:00 WIB, 11:00 Singapore)

Anda akan mendengarkan penjabaran secara santai dan lugas sejarah penggunaan gitar di Jazz melalui karya permainan berbagai musisi; antara lain: George van Eps, T-Bone Walker, Mary Osborne, Wes Montgomery, Buddy Emmos, Charlie Byrd, Derek Bailey, James Blood Ulmer, Jim Hall, Joe Pass, Pat Metheny, Charlie Hunter, dan banyak lainnya.

Jangan lupa untuk bergabung bersama kami di acara Nuansa Jazz dan selamat mendengarkan!

Salam hangat dan Jazz Always…

Alfred Ticoalu

Edisi Spesial Nuansa Jazz: Gitar Jazz, episode 2: 1956 - sekarang

October 2, 2008 by Alfred Ticoalu  
Filed under Nuansa Jazz

Episode ini akan diputar ulang Selasa, 7 Oktober (10:00pm CST-Amerika) atau Rabu, 8 Oktober (10:00 WIB Indonesia, 11:00 Singapore).

========

Nuansa Jazz di hari Sabtu, 4 Oktober, 2008 (22:00 WIB, 23:00 Singapore, atau 10:00am Amerika CST) akan menampilkan edisi spesial: Gitar Jazz, episode 2: 1956 - sekarang. Anda akan mendengarkan penjabaran secara santai dan lugas sejarah penggunaan gitar di Jazz melalui karya permainan berbagai musisi; antara lain: George van Eps, T-Bone Walker, Mary Osborne, Wes Montgomery, Buddy Emmos, Charlie Byrd, Derek Bailey, James Blood Ulmer, Jim Hall, Joe Pass, Pat Metheny, Charlie Hunter, dan banyak lainnya.

Jangan lupa untuk bergabung bersama kami hari Sabtu ini dan selamat mendengarkan!

Salam hangat dan Jazz Always…

Alfred Ticoalu

Edisi Spesial Nuansa Jazz: Gitar Jazz, episode 1: 1890-1956

Edisi Spesial Nuansa Jazz: Gitar Jazz, episode 1: 1890-1956

September 27, 2008 by Alfred Ticoalu  
Filed under Nuansa Jazz

Episode ini akan diputar ulang 30 September (10:00pm CST-Amerika) atau 1 Oktober (10:00 WIB Indonesia, 11:00 Singapore).

========

Nuansa Jazz di hari Sabtu, 27 September, 2008 (22:00 WIB, 23:00 Singapore, atau 10:00am Amerika CST) akan menampilkan edisi spesial: Gitar Jazz, episode 1: 1890-1956. Anda akan mendengarkan penjabaran secara lugas sejarah penggunaan gitar di Jazz melalui karya permainan berbagai musisi; antara lain: Vess Ossman, Eddie Lang, Carl Kress, Django Reinhardt, Freddie Green, Eddie Durham, Charlie Christian, George van Eps, Tal Farlow, dan lain-lain.

Selamat mendengarkan!

Alfred Ticoalu

Edisi Spesial Nuansa Jazz: Gitar Jazz, episode 2: 1956 - sekarang