IndieAsia: Indonesia – Videos

April 29, 2009 by Admin  
Filed under Gallery, Video Gallery

Video Dokumentasi pementasan 3 band indie Indonesia yang perform di acara IndieAsia: Indonesia, Endah ‘N Rhesa, Bonita & The Hus BAND serta Cozy Street Corner, sudah di upload. Silahkan saksikan bagaimana pementasan mereka.

IndieAsia: Indonesia – Photos

April 22, 2009 by Admin  
Filed under Gallery, Photo Gallery

Penampilan 3 band indie asal Indonesia kembali memukau pengunjung Waterfront Stage, Esplanade, Singapura. Tiga hari berturut-turut, Endah N Rhesa, Cozy Street Corner dan Bonita & The hus BAND berhasil membuat panggung outdoor yang ada di tepi Marina Bay penuh dan riuh. Secara bergantian mereka menunjukkan kualitas musisi Indonesia dengan pendekatan yang lain. Dibawah ini kita bisa lihat foto-foto penampilan mereka selama 3 hari.

(Seluruh foto oleh Budi Akbarsjah)

Hari 1

Bonita & Adoy

Bonita & Adoy

Bonita

Bonita

Bonita & Adoy

Bonita & Adoy

Bonita & Bharata

Bonita & Bharata

Bonita with Tambourine

Bonita with Tambourine

Bharata from Cozy Street Corner

Bharata from Cozy Street Corner

Boby Priambodo from Cozy Street Corner

Boby Priambodo from Cozy Street Corner

Petrus Briyanto Adi (Adoy) from Cozy Street Corner

Petrus Briyanto Adi (Adoy) from Cozy Street Corner

Christian Takarbessy (Kris) from Cozy Street Corner

Christian Takarbessy (Kris) from Cozy Street Corner

Adoy, Kris & Boby

Adoy, Kris & Boby

Bharata & Adoy

Bharata & Adoy

Kris in action

Kris in action

Endah N Rhesa

Endah N Rhesa

Rhesa Aditya

Rhesa Aditya

Endah Widiastuti

Endah Widiastuti

Endah N Rhesa in action

Endah N Rhesa in action

Strings Duo, Endah N Rhesa

Strings Duo, Endah N Rhesa

Do the talkin

Do the talkin'

Endah.....

Endah.....

Hari 2

Bonita & Adoy

Bonita & Adoy

Bonita & the hus BAND

Bharata, Bonita & Adoy

Bonita & The hus BAND

Bonita & The hus BAND

Adoy, Kris & Boby

Adoy, Kris & Boby

Four-Man-Acoustical-Jam....Cozy Street Corner

Four-Man-Acoustical-Jam....Cozy Street Corner

Cozy Street Corner with guest....Bonita

Cozy Street Corner with guest....Bonita

Percusively guitarist....Endah

Percusively guitarist....Endah

Rhesa...solo

Rhesa...solo

Endah N Rhesa in action

Endah N Rhesa in action

The duel

The duel

Rhesa...ladies & gentleman

Rhesa...ladies & gentleman

Menyimak dan Menikmati Jazz

April 15, 2009 by Alfred Ticoalu  
Filed under Nuansa Jazz

Bagaimana cara menikmati Jazz?  Bagaimana cara mencerna apa yang didengar?  Apa yang didengarkan dari Jazz?  Mengapa Jazz terdengar hanya seperti nada-nada yang dijejalkan saja?  Ini hanya sedikit dari banyak pertanyaan yang sudah sering saya dengar dari berbagai pihak yang baru saja mulai mendengar Jazz, atau bahkan dari mereka yang mengaku sudah sering mendengar Jazz.

Banyak juga yang akhirnya mundur teratur karena menurut mereka Jazz terlalu rumit untuk dapat dimengerti.  Ini sebuah hal yang patut disayangkan karena hanya dengan meluangkan sedikit waktu untuk mempelajari sisi-sisi terdasar dari Jazz, Anda dapat membuka pintu menuju sebuah pengembaraan yang unik dan membawa diri Anda ke dalam sebuah dimensi baru dalam menikmati musik ini.

Berikut beberapa saran saya yang sekiranya dapat membantu Anda:

  1. Mulailah dengan memperkenalkan diri Anda kepada sedikit sejarah Jazz. Hal ini dapat dilakukan dengan membaca berbagai artikel di Internet, dan yang pasti dengan mendengarkan berbagai contoh lagu klasik hasil karya permainan musisi-musisi seperti Louis Armstrong, Ella Fitzgerald, Count Basie, Charlie Parker, Miles Davis, John Coltrane, dan lain-lain;
  2. Perkenalkan juga diri Anda kepada berbagai style Jazz seperti Dixie, Swing, Bebop, Cool, Free, Jazz Rock, dan lain-lain;
  3. Dari berbagai contoh lagu dan style tersebut, perhatikanlah perbedaan style, melodi, dan ritmenya.  Ini adalah dasar-dasar dari variasi yang kemudian dapat dikembangkan oleh sang musisi dalam berimprovisasi;
  4. Amati juga olah komunikasi dari musisi-musisi yang bermain dan bagaimana cara mereka berinteraksi satu sama lain;
  5. Pergilah menikmati Jazz yang dimainkan live.  Coba bandingkan apa yang Anda dengar di rumah dengan yang dimainkan di hadapan Anda.  Apakah ada kesamaan atau mungkin perbedaan?
  6. Jangan malu-malu untuk mendekati sang musisi dan mulai bertanya atau meminta pendapat tentang musik yang mereka mainkan.  Mereka merupakan nara sumber penting untuk menambah pengetahuan Anda.

Pada umumnya apresiasi musik merupakan pengalaman pribadi yang sangat intim dan berbeda nilainya bagi setiap pendengar; tentunya secara khusus Jazz juga demikian adanya. Jazz merupakan karya seni unik di mana musik yang dimainkan adalah sebuah bentuk ekspresi timbal balik antara sang musisi dan pendengar.  Jazz perlu didengar, dialami, dihayati, dan yang terpenting, disimak.  Semakin banyak Anda menyimak, semakin dalam pengertian dan apresiasi yang akan Anda miliki atas seni ini.  Menikmati Jazz tidak sukar selama Anda memiliki keinginan dan ketertarikan untuk terjun masuk dan merangkulnya.

Alfred D. Ticoalu
Chicago, IL
21 Pebruari, 2009

Sebelumnya diterbitkan oleh WartaJazz.com format edisi cetak dalam rangka Java Jazz Festival 2009.

Merchandise VOJ

April 14, 2009 by Admin  
Filed under Dari Redaksi

Kini para pendengar setia VOJ akan bisa memiliki merchandise cantik berupa t-shirt VOJ dan juga spaghetti top, tank top. Silahkan kunjungi Toko VOJ kami yang bisa anda dapatkan di menu bar di bagian atas atau klik di sini.

salam,
admin

VOJ & Bahana FM

April 14, 2009 by Admin  
Filed under Dari Redaksi

Saat ini VOJ sedang melakukan pembicaraan tahap lanjut untuk sharing content siaran dengan salah satu radio di Jakarta yang namanya Bahana FM. Kesepakatan yang sejauh ini sudah dicapai adalah VOJ akan mendapatkan siaran-siaran baru yang diambil dari materi program yang ada di Bahana FM. Keberadaan VOJ sendiri membuat pihak Bahana FM pun bisa mendistribusikan program acara mereka ke areal yang lebih luas, yaitu seluruh dunia melalui internet dengan sistem streaming melalui slot-slot siaran yang ada di VOJ.

Kami akan terus update perkembangannya, dan bila ada saran & usulan silahkan kami tunggu.

salam,
admin

IndieAsia: Indonesia

April 14, 2009 by Admin  
Filed under Jakarta Kita

Pada tanggal 17 – 19 April 2009, kembali VOJ membawa 3 band indie Indonesia untuk perform di acara yang bernama INDIEASIA: INDONESIA yang akan berlangsung di Waterfront Stage – Esplanade, Singapore. Band indie yang sudah lama malang melintang di dunia musik independen Indonesia, Cozy Street Corner, duo Endah ‘N Rhesa, dan Bonita & the husBand yang kami yakin akan membuat teman-teman pencinta musik Indonesia terkagum-kagum.

Silahkan lihat jadwal pementasan mereka di bawah ini:

Nuansa Jazz – Perubahan Jam

April 3, 2009 by Alfred Ticoalu  
Filed under Nuansa Jazz

Halo teman-teman,

Karena di Amerika baru saja diterapkan Daylight Saving Time, acara Nuansa Jazz berubah sedikit waktunya.  Sekarang menjadi:

  • Sabtu, 10:00 am CST
  • Selasa, 10:00 pm CST (tayang ulang)

Perubahan ini hanya berlaku untuk Amerika saja.  Jam dan hari tayang tetap seperti biasa untuk Indonesia dan Singapura.  Jam tayang di atas berlaku sampai 14 Maret, 2010.  Sesudahnya Nuansa Jazz kembali hadir 9:00 am CST dan 9:00 pm CST.

Salam hangat,

Alfred Ticoalu
Chicago, IL
3 April, 2009

Andre @ Mosaic

April 2, 2009 by Admin  
Filed under Gallery, Photo Gallery

Andre Harihandoyo & SONIC PEOPLE adalah band yang berbasis blues yang terpilih menjadi band ke dua yang diundang untuk tampil di Mosaic Music festival setelah band dari Bandung, Mocca. Andre main 3 kali dan berhasil mengundang lebih dari 1000 pengunjung. Silahkan lihat foto-foto mereka ketika mereka perform di Mosaic Music Festival.

Andre & BJ

Andre & BJ

Tobias Ringga

Tobias Ringga

Brian Jonathan

Brian Jonathan

Andreas & Andre

Andreas & Andre

The Band

The Band

Mr. Harihandoyo & Mr. Ringga

Mr. Harihandoyo & Mr. Ringga

Again....Andre & BJ

Again....Andre & BJ

The Band on stage

The Band on stage

Andre with his shades

Andre with his shades

Andreas with his blangkon playing clarinet

Andreas with his blangkon playing clarinet

Mocca @ Mosaic Music Fest.

April 2, 2009 by Admin  
Filed under Gallery, Photo Gallery

Mocca adalah band pertama dari Indonesia yang perform di ajang festival musik internasional, Mosaic. Penampilanmereka memang sudah dinanti-nanti oleh penggemar mereka di Singapura dan juga negara-negara tetangga lainnya. Dan memang Mocca sudah dikenal baik oleh pasar Singapura. Kami berhasil mengabadikan penampilan dari Mocca ini dan silahkan langsung dilihat dibawah ini:

Arina

Arina

Arina memainkan flute

Arina memainkan flute

Mocca on stage

Mocca on stage

Arina

Arina

Gitaris & Trumpetis Mocca

Gitaris & Trumpetis Mocca

Gitaris Mocca

Gitaris Mocca

Arina

Arina

The band on stage

The band on stage

Andre @ Mosaic Music Festival

April 1, 2009 by Admin  
Filed under Jakarta Kita

Tahun 2009 ini adalah tahun dimana banyak band band indie Indonesia mulai merambah arena musik international. Andre Harihandoyo and SONIC PEOPLE, menjadi salah satu band Indonesia yang turut meramaikan festival musik terbesar di Singapura, bersama dengan Mocca yang tampil beberapa hari sebelumnya di Mosaic Music Festival 2009. Pesta musik yang diselenggarakan di Esplanade ini diramaikan oleh para musisi internasional papan atas seperti di antaranya adalah Brian McKnight, Indigo Girls, N.E.R.D., Mike Stern and the Yellowjackets, dan Dave Weckl, menjadikan MMF sebuah event musik yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Tidak sedikit penikmat penikmat musik dari negara-negara tetangga seperti Indonesia, Malaysia, Thailand dan Philipina rela terbang untuk menikmati pesta musik selama 2 minggu ini.

Sebagai band yang terhitung baru, Andre Harihandoyo and SONIC PEOPLE menunjukkan kualitasnya sebagai band yang memang pantas diperhitungkan di arena musik regional Asia Tenggara dengan menyedot sedikitnya 1000 orang penonton di panggung terbuka. Dengan warna musik blues yang kental, dipadukan dengan musik akustik dan keterampilan berimprovisasi yang di atas porsi rata-rata, Sonic People – demikian band ini secara singkat disebut – ternyata mendapat hati di banyak penikmat musik Singapura, yang notabene selama festival ini berlangsung banyak berasal dari aneka negara tetangganya.

Di suatu malam, 20 Maret 2009, mereka tampil untuk pertama kalinya di sebuah tempat yang sangat cozy, yang dikenal dengan Haagen Daaz Living Room. Kedekatan antara mereka dengan penonton sangat terasa disini, dengan musik musik akustik yang cenderung membuat penonton untuk ikut bersenandung dan bernyanyi, sampai bergoyang dengan alunan bluesy yang disajikan oleh Andre Harihandoyo and SONIC PEOPLE.

Perpaduan antara sayatan lick-lick gitar Andre yang sangat bluesy dan berpondasi ritmik yang sangat khas lewat petikan-petikannya, memang merupakan warna yang jarang kita temui belakangan ini. Ditingkahi pula oleh liukan klarinet yang khas oleh Andreas, yang juga turut menggawangi sesi ritmik lewat permainan rhodes dan organ-nya bersama dentuman bas Brian dan gebukan drum Tobias yang amat groovy, makin melengkapi band ini sebagai suatu paket yang unik dan solid. Tidak heran bila hal itu bisa amat mudah kita rasakan, karena memang latar belakang musikal masing-masing personil telah membekali mereka dengan perlengkapan perang yang mantap. Tobias merupakan langganan penggebuk drum untuk artis internasional Nestor Torres (pemain flute asal Puerto Rico) dan Doug Cameron (pemain biola jazz Amerika Serikat) di setiap pertunjukkan mereka di festival Java Jazz di Jakarta, juga pernah bermain bersama Michael Bogart (pemain trumpet band funk Tower of Power) dan pernah pula memenangkan Mezzo Jazz Award 2007 bersama bandnya, Quicky. Ia juga sempat bermain sebagai perkusionis di beragam orkestra lokal di Jakarta dan Karawaci. Andreas juga telah seringkali menulis aransemen untuk berbagai orkestra dan ensembel musik kamar, termasuk untuk peluncuran album perdana grup Everybody Loves Irene, dan belakangan ini membentuk grup orkestranya sendiri, Andreas Arianto Orchestra, yang baru saja menyelesaikan tur 6 kota bersama SLANK. Kebetulan pula Tobias dan Andreas sama-sama mengajar di Universitas Pelita Harapan Conservatory of Music. Sedangkan Brian selain menjalani kehidupannya sebagai produser musik salah satu label independent di Indonesia, juga memiliki segudang pengalaman sebagai stage and studio session player, semakin mempersolid fondasi band ini.

Kemudian di panggung yang lebih besar di luar ruangan, Waterfront Stage, Sonic People kembali bermain dengan set akustik di hari kedua pentas mereka, dengan Tobias menggunakan cajon dan beberapa simbal. Lebih dari 1000 orang terpincut untuk menonton mereka hingga akhir pertunjukkan yang seharusnya hanya 45 menit menjadi 70 menit itu. Reaksi penonton yang luar biasa akan aneka improvisasi permainan dan kecakapan Andre dalam membangun komunikasi lah yang mengharuskan mereka untuk melakukan penambahan waktu pertunjukkan. Dan sama seperti pada hari pertama, mereka pun membagi-bagikan bundel CD dari koleksi 2 CD mini album mereka yang bertajuk Two Sides for Every Story. Malam yang amat fantastis itu terus berlanjut hingga pentas mereka di hari terakhir festival Mosaic, namun kali ini dengan set elektrik dengan lagu-lagu yang lebih upbeat dan juga penuh akan improvisasi.

Oh ya, tidak lupa Sonic People pun di hari kedua membuat sesak perpustakaan Esplanade, tempat di mana acara In the House FM berlangsung dengan aneka sesi wawancara yang mengupas tentang pembuatan album terbaru mereka, juga latar belakang historis pembentukan band ini. Dalam acara ini pula mereka berkesempatan untuk bermain dua lagu. Wawancara yang amat menyenangkan ini dipandu oleh duo MC berbakat nan musikal, Jack & Rai yang sangat terkemuka di sana .

Tur mereka di Singapura ini baru saja berakhir dan Andre Harihandoyo akan melanjutkan tur promo ke Australia selama bulan April mendatang untuk terus mempromosikan bundel Two Sides for Every Story, sehingga album mereka dapat dimiliki oleh sebanyak mungkin pendengar di sebanyak mungkin tempat. Konsep yang sangat unik mereka terapkan dalam promosi, yaitu dengan memperbolehkan para pendengar untuk meng-copy lagu-lagu mereka menjadi format mp3 di komputer-komputer, untuk kemudian melibatkan para pendengar tersebut untuk meneruskan memberikan bundel itu kepada orang lain, dan begitu seterusnya. Tidak hanya itu, mereka juga akan mengirimkan T-shirt Sonic People kepada setiap pendengar yang mengunggah foto mereka bersama bundel tersebut ke halaman grup ini di Facebook. Wah, suatu konsep yang baru pertama dijalani oleh band dalam promosi karyanya! Hal ini dilakukan, ujar Andre, dengan tujuan untuk menambah gaung ketika mereka merilis album perdana mereka dalam waktu dekat ini.

Buat teman-teman yang ingin mengunduh lagu-lagu mereka secara gratis, silakan kunjungi Myspace Profile mereka  atau Imeem Profile mereka, lalu untuk reportase fotografi silakan kunjungi di Facebook Photo mereka.

Untuk info lebih lanjut silakan kunjungi website resmi Andre Harihandoyo and SONIC PEOPLE.

*Tulisan ini dibuat oleh Andreas Arianto Yanuar*