Shortcut
December 30, 2008 by voj
Filed under Jakarta Green

Jalan pintas atau kalau dalam bahasa Inggris (yang mungkin malah lebih sering digunakan) disebut dengan Shortcut adalah kata kunci yang kadang-kadang bikin kisruh hidup kita dan juga hidup orang banyak. Mmmmm, sebentar…. dalam konteks apa dulu nih? hehehe, shortcut yang saya maksud disini adalah cara cepat untuk mencapai sesuatu. Memang tidak semuanya buruk, tapi dalam tulisan ini seperti yang saya singgung di atas saya akan fokuskan ke yang bikin kisruh kita. Banyak contohnya, dari mulai dari pengamen yang genjreng-genjreng dengan niat supaya kita buru-buru ngasih duit, sehingga genjreng-genjreng nya di modifikasi sehingga membuat yang mendengar terganggu; get-rich-quick scheme yang mengobral janji cepat kaya yang nyatanya justru morotin orang-orang yang kemakan sampai dengan ke tingkat milyaran yang sekarang sedang ketar-ketir karena sorotan KPK.
Mencari cara untuk segera menyelesaikan sesuatu bukanlah hal yang tercela, tapi jika cara tersebut dilakukan hanya untuk kepentingan sendiri dan merugikan orang lain maka itu lain perkara. Dan susahnya saya sendiri melihat hal ini sudah menjadi hal yang lumrah di negara kita sampai ke akar rumput sekalipun. Contoh kecil ya seperti anak-anak di pengkolan yang tiba-tiba menjadi “polisi lalu lintas” hanya karena dengan modal melambai-lambaikan tangan bisa mendapatkan uang. Saya pun pernah punya pengalaman dimana dengan enteng dan tanpa merasa bersalah client saya mengambil ide saya dan membuatnya sendiri tanpa ia membayar hak saya dari ide yang saya kembangkan tersebut. Contoh-contoh lain bisa anda dapatkan sendiri di koran-koran karena kasus-kasus seperti ini yang kalibernya kakap banyak sekali terjadi.
Baru-baru ini hal serupa terjadi juga pada Voice Of Jakarta, sebuah radio internet yang sudah ada sejak tahun 2004. Salah seorang pengguna Facebook yang menggunakan nama Hj. Sutiyoso meniru Facebook Group VOJ yang dimiliki oleh radio ini yang lalu akhirnya membuat kebingungan pada pengunjung dan pendengar radio VOJ ini. Mungkin modus nya mereka ingin mendapatkan jumlah anggota dengan cepat dengan cara “menipu” para pengguna Facebook. Kemungkinan motif-motif lain bisa diurut dan saya pikir anda semua bisa mengembangkannya sendiri apa yang diinginkan oleh seseorang yang mencuri identitas pihak lain.
Apa yang salah dengan bangsa kita? Apakah ketika sesuatu ingin dicapai maka etika dan respek terhadap orang jadi sesuatu yang tidak lagi penting?
Bagaimana menurut anda?







budiernanto on Tue, 30th Dec 2008 7:06 PM
beruntung saya langsung dikasih tau mbak endah, hihihi..
ganisboedi on Sun, 14th Feb 2010 12:54 PM
ya seharusnya harus diperhatikan dong. mungkin butuh pemahaman untuk memahami “paham” mereka yang berbeda. lagi pula ini negara mempunya budaya demokrasi. yang seharusnya kita juga patut menghargai berbagai alasan yang melatarbelakangi sikap mereka yang seperti itu. jadi, semua tergantung kesadaran mereka. lagi lagi kita yang dibuat bingung oleh keadaan yang membingungkan.