Membayangkan: Hidup Tanpa Kebencian
December 8, 2008 by voj
Filed under Sekitar Kita

foto oleh jimjarmo
Tragedi kembali terjadi lagi. Belum hilang ingatan kita ketika para teroris membom beberapa tempat di Bali dan menyebabkan 200 orang lebih meninggal dunia. Kini dunia dihadapkan pada peristiwa serupa yang terjadi di Mumbai, India. Lebih dari 150 orang meninggal ketika teroris membom empat buah tempat, menahan sandera serta membunuh sandera-sandera tersebut. Sama seperti ketika bom Bali terjadi, para pelaku menargetkan orang-orang yang berasal dari negara-negara barat seperti Amerika, Inggris dan juga bangsa yang dianggap sekutu barat, Yahudi.
Mohon maaf, saya tidak akan mendiskreditkan religi, kepercayaan atau faham di sini, tapi seperti yang saya yakini, semua religi dan kepercayaan tidak ada yang menganjurkan kita berbuat jahat terhadap orang lain walaupun ada perbedaan faham dengan kita.
Dua tragedi yang terjadi di atas jelas didasari oleh kebencian. Kebencian yang sudah berakar dan mendarah daging. Kebencian yang sampai saat ini saya tidak bisa mengerti menagap harus terjadi. Sedikitnya ada tiga agama yang terlibat dalam lingkaran kebencian di dunia ini dan mereka mulai menularkan benih-benih kebencian tersebut ke kelompok-kelompok lain. Dan ironisnya ketiga agama tersebut berasal dari orang yang sama, dan bangsa yang sama, Ibrahim (atau Abraham). Bagi umat Kristiani, Isaac (Ishak) anak dari Abraham (Ibrahim) adalah titik mulainya agama mereka ketika pada saat itu muncul perintah YHWH (sebutan Tuhan oleh bangsa Yahudi) kepada Abraham untuk mengorbankan anaknya (Isaac). Buat umat Islam, diyakini bahwa mulainya agama Islam adalah dari Ismail (Ishmael) saudara dari Ishak, dimana menurut Al Quran, Ismail lah yang di perintahkan untuk di korbankan oleh Allah kepada Ibrahim untuk menguji kesetiaannya terhadap Allah. Abraham sendiri disebut sebagai bapak bangsa Semit (Arab & Israel).
Cerita di atas adalah cerita yang saya dapatkan dari sejarah. Masih ada missing link yang besar, mengapa mereka mesti saling membenci? dan mengapa Agama yang kita peluk yang seharusnya menjadi life-guidance buat kita semua justru mereka jadikan sebagai dasar dari kebencian tersebut? Dan yang sangat ironis adalah di negara kita pun ada orang-orang yang memiliki pandangan yang didasari kebencian serupa. Coba simak komen-komen yang masuk menanggapi blog entry di sini, jelas sekali banyak yang pro terhadap kebencian tersebut dan banyak juga yang menanggapi balik dengan kebencian serupa. Apa yang terjadi dengan Indonesia yang cinta damai? Indonesia yang punya toleransi tinggi terhadap perbedaan?
Kalau sudah begini saya jadi ingat apa yang John Lennon bilang dalam lagu karyanya, Imagine:
Imagine there’s no Heaven
It’s easy if you try
No hell below us
Above us only sky
Imagine all the people
Living for todayImagine there’s no countries
It isn’t hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion too
Imagine all the people
Living life in peaceYou may say that I’m a dreamer
But I’m not the only one
I hope someday you’ll join us
And the world will be as oneImagine no possessions
I wonder if you can
No need for greed or hunger
A brotherhood of man
Imagine all the people
Sharing all the worldYou may say that I’m a dreamer
But I’m not the only one
I hope someday you’ll join us
And the world will live as one
Still wondering til now. Will it be happening to us?







Comments
Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!