Aku Dengar Alfred Ticoalu Memutar Jazz

October 23, 2008 by Alfred Ticoalu  
Filed under Nuansa Jazz

Tak disangka, tak diduga. Seorang pendengar Nuansa Jazz, penyair ternama Hasan Aspahani, mendapat inspirasi untuk menulis sebuah puisi kala mendengaran edisi spesial gitar jazz. Dengan izin beliau, berikut terlampir puisi tersebut. Sekali lagi, terima kasih Bung Hasan!

Jangan lupa untuk mengunjungi blog beliau. Di sana anda bisa temukan banyak karyanya.

Selamat menikmati.

NB: Terima kasih juga untuk semua pendengar Nuansa Jazz; terutama mereka yang kala edisi spesial gitar jazz mengudara memberikan berbagai saran dan komentar. Beberapa saran yang masuk secara langsung memberi ide baru untuk edisi-edisi spesial berikutnya. Jadi, tunggu saja tanggal mainnya!

============================

Aku Dengar Alfred Ticoalu Memutar Jazz

/1/

Gerimis, aih, yang semakin genit,
menari menunggangi menit-menit

/2/

Gerimis, aih, yang semakin berlapis,
derap baris, menebal di tepi pelipis

/3/

Adakah gerimis yang tak sampai?
Ia yang terkibas, sangkut di lambai

lambai yang lekas, kembali bergegas,
jangan aku memungut bekas-bekas.

/4/

Jangan percaya pada cuaca,
kata nasihat lama, angin bisa
berdusta, gerimis bisa ia
permainkan sesuka hatinya….

/5/

Siapa memetik senar sepimu? Lepas
lagu demi lagu, meningkah jantungmu

Berdentingan, dan kau curiga pada
jemari gerimis itu, ia ciptakan jazz
bersama angin yang parau mengembus
dari lorong kosong paru-parumu

/6/

Kemana kau cari riuh gerimismu?
diĀ  lekuk kelok sungai tak ada

/7/

Aih, akhirnya, reda jua, kau redakan
sepimu, sepi redakan gerimismu,
gerimis meredakan degup jantungmu.

Siapa yang akan bilang selamat tinggal?

Comments

One Comment on "Aku Dengar Alfred Ticoalu Memutar Jazz"

  1. Hasan Aspahani on Thu, 23rd Oct 2008 9:10 PM 

    Bung Alfred, acara Nuansa Jazz itu inspiratif sungguh. Terutama pembawa programnya. Gila, saya pikir ini orang kok ngelotok banget soal jazz. Bukan hanya pengetahuan tentang musiknya, alat musiknya, sejarahnya, tapi juga para musisinya. Puitis banget acara itu, maka karena kata penyair sana – HANYA PUISI YANG MENGINSPIRASI PUISI – saya pun menuliskan sajak di atas.

    Oh, ya tadi kawan di Sabah Kinibalu, dia seorang wartawan, meminta alamat saya. Dia mau kirim surat kabar yang memuat sajak saya. Saya tanya sajak yang mana? Dia jawab, “Aku Dengar Alfred Ticoalu Memutar Jazz”. Aduh, saya kaget. Pertama, dia gak bilang dahulu, kedua, dia bilang suka sajak itu, dan menggoogle siapa Alfred yang dia kira musisi jazz. Saya beri link ke VOJ. Semoga dia mahfum adanya.

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!