Manifesto for a Consumptive World

October 22, 2008 by inggita  
Filed under Jakarta Kita

Radio kayu yang imut dan minimalis ini ternyata sarat cerita dan pembelajaran. Dari perbincangan MANIFESTO edisi 17 Oktober 2008 dengan Singgih Susilo Kartono, desainernya, terungkap bahwa Magno, seri radio kayu keluaran studio desain dari Temanggung ini merupakan reaksi dia atas ‘kelakuan’ kita yang sangat konsumtif dan gemar ‘nyampah’, saban ada model gadget baru, yang lama dibuang, menimbulkan sampah yang sukar terurai dan mencemari lingkungan. “Jangan beli kalau tidak bisa memelihara!” ucapnya. Pilihan material kayu ingin mengingatkan kita bahwa hidup ini ada batasnya, karena kayu suatu saat akan lapuk tidak seperti plastik dan material ‘modern’ yang menjanjikan kehidupan abadi namun tidak ramah lingkungan.  Pada Magno ”personal” radio, tidak ada skala frekuensi karena Singgih ingin menyatakan bahwa kita harus punya hubungan dengan benda-benda milik kita, bukan hanya memakai atau membanggakannya saja. Apabila kita sudi sedikit berpayah mengasah “feeling”, kita akan bisa menemukan radio station kesayangan kita. Radio ini sangat ‘bersih’ tanpa banyak tulisan di permukaannya yang tidak dipernis, juga menonjolkan desain yang ‘hangat’ dengan pasak kayu bahkan karet dan kancing untuk mekanisme penutup tempat baterainya.

Dengarkan obrolan dengan Singgih Kartono, tamu MANIFESTO yang pertama, perjalanan hidupnya, perjuangannya melatih karyawan dan membesarkan usaha kecilnya, dan prinsip-prinsip di balik kreasinya, seri radio kayu Magno yang kini tengah bertarung di People’s Award dari Cooper-Hewitt Design Museum di New York City.  Sudah banyak yang memberi dukungan bagi Magno berupa vote – sudahkah Anda voting?  Kunjungi www.magno-design.com untuk mengakses voting page People’s Award.

Comments

Comments are closed.