Masa Depan Industri Musik Rekaman

May 23, 2008 by voj  
Filed under Jakarta Kita

Saya bingung, kenapa sekarang kalau ditanya gimana masa depannya industri rekaman selalu saja jawabnya susah, sangat suram, dying, dan lain sebagainya. Saya jadi ingat dulu disekitar tahun 96-97 saya sempat ngobrol tentang dunia musik dengan seorang teman yang kebetulan expertise nya didunia IT. Obrol punya obrol akhirnya kita sampai pada kesimpulan bahwa dimasa yang akan datang itu musisi/artis/penyanyi cari makannya bukan dari industri rekaman melainkan dari dunia panggung. Yah kasarnya industri rekaman itu bakalan mati alias gak bisa diandalkan untuk membuat dapur ngebul….begitu kesimpulannya.

Nah setelah 10 tahun lebih, ternyata apa yang kita obrolin dulu itu semakin menuju ke kenyataan. Dimulai dari lahirnya format MP3 yang membuat format lagu gampang dipertukarkan, lalu munculnya website2 yg menyediakan sarana peer-to-peer, seperti Napster, yang membuat proses tukar-menukar lagu menjadi super mudah sampai ditahun 2005 ini yang penuh dengan kejutan bertubi2 seperti munculnya BitTorrent yang dimata org awam mirip Napster hanya mampu menshare bukan hanya lagu tapi film dvd full version. Lalu juga perkembangan blog yang muncul diawal2 tahun 2000an yg sekarang berkembang ke arah Audio (PodCasting). Semua ini bukan hanya mengancam dan bahkan sudah mulai menggilas industri musik bahkan juga mulai memoroti industri film layar lebar.

Diatas kertas sih industri rekaman memang gak bakalan menang kalau diadu dengan perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi yang dulunya berjalan side-by-side dengan perkembangan industri rekaman, sekarang jadi musuh dalam selimut yang mulai menghujam dari belakang. Hilang satu tumbuh seribu…ini lah yang dialami oleh RIAA ketika mereka mulai men-sue pelaku distribusi lagu2 berformat MP3, bukannya hilang tapi malah bertumbuhan seperti jamur.

Jadi…apakah industri rekaman bakalan punah? Ada dua skenario yang diprediksikan bakal muncul, yaitu pertama industri rekaman mulai menyadari bahwa “mengkontrol” perkembangan (musik digital) adalah langkah yang salah sehingga sedikit demi sedikit mereka mulai melakukan kompromi. Ini ditandai dengan munculnya distribusi2 musik digital resmi seperti iTunes, buymusic.com, new napster (99 cents per lagu atau mbayar bulanan download sepuasnya) , etc…etc. Skenario kedua adalah skenario yg lebih ekstrim, dimana industri rekaman akan benar2 bermetamorfosis menjadi sebuah industri semi non-profit dimana tujuan musisi/artis/penyanyi membuat rekaman adalah untuk membuat sample yg akan dibagikan kepada audiens. Terus pertanyaannya bagaimana musisi/artis/penyanyi bisa hidup? Industri pertunjukkan-lah yang akan mengambil alih peran utama sebagai sumber mata pencaharian mereka, dimana industri pertunjukkan akan berkembang pesat dengan ditopang oleh perkembangan teknologi yang juga melejit pesat. Sekedar bayangan saja, sebuah band seperti U2 yang tadinya bisa meraup profit dr hasil tour nya keseluruh dunia dimasa yang akan datang hanya cukup melakukan konser di sebuah panggung di kota asalnya dimana penontonnya akan meluas sampai keseluruh dunia di negara mereka masing dengan menggunakan teknologi streaming video dan tentunya harus bayar kalau mau nonton….:-) Bisa dibayangkan ya?.

Sekarang untuk industri rekaman tinggal pilih saja, tapi kelihatannya untuk mempertahankan pola industri rekaman konvensional (rekaman distudio lalu hasilnya dijual ditoko kaset/cd) sama juga dengan bunuh diri secara pelan2.

Bagaimana menurut anda?

Regards,

Jimi Gemblung

Foto oleh Joe Madonna

Comments

7 Comments on "Masa Depan Industri Musik Rekaman"

  1. Pamanbenny on Fri, 23rd May 2008 12:56 AM 

    Industri pertunjukkan-lah yang akan mengambil alih peran utama sebagai sumber mata pencaharian mereka, dimana industri pertunjukkan akan berkembang pesat dengan ditopang oleh perkembangan teknologi yang juga melejit pesat

    Alhamdulillah Jim, gue udah merintisnya semenjak 30 tahun lalu dan sampai saat ini masih makan dari ngedatengin artis asing ke Indonesia.

    Hal yg gue sebutkan tersebut semakin semarak terutama beriringan dengan tingkat perndapatan perkapita penduduk suatu negeri.

    Sekian,

    Benny

  2. chloe on Fri, 23rd May 2008 6:47 PM 

    Hm…Jim gw stuju dengan apa yg tertulis di atas. Teknologi yg makin canggih akan makin mempermudah konsumen utk mendapatkan lagu2 secara online. Tinggal bayar pakai credit card. Jauh lebih mudah dan cepat. Ga perlu pusing2 pergi ke toko CDs.

    Menanggapi tulisan Jimi soal konser yg di tonton melalui video stream, hm… mungkin rasanya akan beda ya hadir melihat penyanyi pujaan secara langsung dibandingkan dg menonton konsernya lewat layar monitor.
    Watching our favorite singers live, give us more excitement.

    -C-

  3. razak on Sat, 13th Dec 2008 11:54 AM 

    betul bgt bro…
    w jga ngerasain bgt susah2 buat rekaman tpi gampang bgt uat di bajak!!!!
    fuck’n shit…
    tpi disana kita jga dapt untung buat jual nama band kita ya yg susah malah sang produser bandnya laku tapi duitna ga balik!!!!

  4. KARTOS on Mon, 22nd Dec 2008 2:04 AM 

    Wah….industri musik rekaman aja pesimis gitu….gimana artisnya ya?……. menjadi sebuah fenomena yang menarik antara TEKNOLOGI DIGITAL….INDUSTRI REKAMAN…dan PERKEMBANGAN ARTIS ITU SENDIRI…… dari hari ke hari jumlah band di Indonesia bahkan mungkin dunia semakin bertambah…walaupun realnya…kondisi industri musik itu sendiri khsusunya rekaman…”suram”…..dulu ketika dunia IT belum seperti sekarang…jumlah band juga tidak sebanyak sekarang……artinya “DUNIA ENTERTAINMENT ADALAH DUNIA MIMPI” yang tidak akan pernah ada matinya…… selain ..dalam perkembangannya seperti streaming video……..pendapatan dari bisnis SMS PREMIUM/APLIKASI KONTEN OPERATOR….sangat menjanjikan bagi para pelaku industri musik itu sendiri…..sudah saatnya memang bagi para musisi khususnya…bahwa CD adalah bagian dari PROMO TOOLS KIT…bukan BARANG DAGANGAN…….

  5. luzman on Wed, 24th Dec 2008 9:06 PM 

    hmmm.. iya emang industri rekaman sudah mulai takk terlihat,,

    salam kenal yah bos..
    mampir juga ke blogku

  6. Kiki on Tue, 29th Dec 2009 11:58 PM 

    aku jg setuju kalo memang perkembangan teknologi telah banyak mengubah industri musik. penikmat musik jadi dimudahkan untuk mendapatkan lagu secara online.
    setuju2 aja dg kehadiran distributor musik online yg resmi di mana kita harus membayar musik yang akan kita nikmati, asalkan yang dikasih ke kita kualitasnya hampir setara CD audio jadi kita nggak dirugikan jg.

  7. ivan on Wed, 21st Apr 2010 6:04 PM 

    salam kenal saya ivan domisili di kalimantan timur saya mencari operator untukstudio rekaman kalau ada yang berminat silahkan menghubungi Hp 081320080075

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!